AQIDAH THAHAWIYAH
٨٨-وَالْأَمْنُ وَالْإِيَاسُ يَنْقُلَانِ عَنْ مِلَّةِ الْإِسْلَامِ، وَسَبِيلُ الْحَقِّ بَيْنَهُمَا لِأَهْلِ الْقِبْلَةِ.
88. Merasa aman dari ancaman Allah dan berputus asa dari ampunan-Nya adalah dua perbuatan yang dapat mengeluar kan seseorang dari agama Islam. Sikap (jalan yang benar bagi ahlul Kiblat (kaum Muslimin) adalah tengah-tengah di antara kedua sikap tersebut.
PENJELASAN:
Pensyarah kitab ath-Thahaawiyyah (Ibnu Abil 'Izz) berkata: "Wajib bagi seorang hamba agar selalu dalam keadaan takut dan harap. Karena takut yang terpuji dan benar ialah rasa takut (kepada Allah) yang dapat menghalangi antara seseorang dengan hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Jika ia melampaui rasa takut tersebut, dikhawatirkan ia berputus asa (dari rahmat Allah).
Dan rasa harap yang terpuji ialah rasa harap seseorang yang telah mengerjakan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah (yakni atas dasar keimanan-Penj), maka ia mengharapkan pahalanya, atau seseorang yang melakukan dosa kemudian bertaubat kepada Allah lalu dia mengharapkan ampunan-Nya...
Adapun jika seseorang terus-menerus dalam sikap meremehkan dan terus-menerus melakukan kesalahan lalu ia mengharapkan rahmat Allah tanpa mau beramal (kebajikan), maka ini yang disebut dengan tipuan, angan-angan kosong, dan rasa harap yang dusta."⁵⁸
⁵⁸ Syarah ath-Thahaawiyyah (II/456) karya Ibnu Abil 'Izz.
تعليقات