AQIDAH THAHAWIYAH
٩٠- وَالْإِيْمَانُ هُوَ الْإِقْرَارُ بِالنِّسَانِ، وَالتَّصْدِيقُ بِالْجَنَانِ.
90. Iman adalah ucapan dengan lisan dan pembenaran dalam hati.
• Syaikh 'Abdul Aziz bin Baaz رحمه الله berkata:
Definisi ini perlu ditinjau kembali dan masih kurang!!
Yang benar adalah pendapat Ahlus Sunnah wal Jama'ah bahwa iman adalah perkataan, perbuatan, dan keyakinan; bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.
Dalil-dalil tentang itu dari Al-Qur-an dan As-Sunnah terlalu banyak untuk dihitung.
Pensyarah kitab ath-Thahaawiyyah, Ibnu Abil 'Izz telah menyebutkan sejumlah dalil-dalil tersebut, jika mau silakan Anda merujuk padanya.
Sedang mengeluarkan amal perbuatan dari nama iman adalah pendapat Murji-ah.
Perbedaan pendapat antara Murji-ah dan Ahlus Sunnah tentang iman bukanlah tentang lafazh saja, bahkan tentang lafazh dan maknanya, dan banyak hukum-hukum yang terlahir darinya. Siapa yang memperhatikan dengan seksama pendapat Ahlus Sunnah dan pendapat Murji-ah, maka ia pasti mengetahuinya. Wallaahul Musta'aan.
PENJELASAN:
Imam ath-Thahawiرحمه الله berkata: "Iman adalah ucapan dengan lisan dan pembenaran dalam hati."
Penulis (Imam ath-Thahawi) hanya mencukupkan dengan dua rukun ini dalam menjelaskan iman. Dan ini adalah pendapat Murji-ah.
Sedangkan Imam Malik, asy-Syafi'i, Ahmad, dan seluruh Ahlul Hadits berpendapat bahwa iman adalah pembenaran dengan hati, penetapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota tubuh, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Inilah pendapat yang haq dan benar.
تعليقات