AQIDAH THAHAWIYAH

 ٨٥ - وَلَا تَقُوْلُ: لَا يَضُرُّ مَعَ الْإِيْمَانِ ذَنْبٌ لِمَنْ عَمِلَهُ.


85. Kami tidak mengatakan bahwasanya dosa tidak membahayakan keimanan orang yang melakukannya.


PENJELASAN:


Imam ath-Thahawi رحمة الله berkata: "Kami tidak mengatakan bahwa dosa tidak membahayakan keimanan orang yang melakukannya."


Perkataan ini beliau maksudkan sebagai bantahan terhadap Murji-ah yang mengatakan bahwa dosa itu tidak membahayakan selama ada iman sebagaimana ketaatan tidak bermanfaat bersama kekafiran.


Mereka (Murji-ah) berada pada satu sisi dan Khawarij pada satu sisi lainnya karena Khawarij mengatakan bahwa seorang Muslim menjadi kafir karena melakukan setiap dosa atau karena melakukan setiap dosa besar.

Demikian pula Mu'tazilah yang mengatakan bahwa iman seorang Muslim terhapus seluruhnya karena melakukan dosa besar, tidak tersisa iman sedikit pun padanya.


Akan tetapi, Khawarij mengatakan bahwa orang itu keluar dari iman dan masuk dalam kekafiran.


Sedang Mu'tazilah mengatakan bahwa orang itu keluar dari iman namun tidak masuk dalam kekafiran.


Pendapat yang sesat tersebut ialah manzilah bainal manzilataini (satu kedudukan diantara dua kedudukan/tidak mukmin, juga tidak kafir). Madzhab ini hanya diusung oleh Mu'tazilah.


Atas dasar pendapat mereka yang mengeluarkan pelaku dosa besar dari iman, mereka berpendapat wajibnya orang itu kekal di dalam neraka.⁵⁵


Peringatan:


Aku (Syaikh Ibnu Mani') pernah membaca kitab-kitab tentang pendapat-pendapat dan perselisihan-perselisihan manusia dalam keyakinan, lalu aku mengetahui 'aqidah-'aqidah kaum Mu'tazilah yang ghuluw (melampaui batas), kemudian aku melihat kitab-kitab biografi dan mencari biografi-biografi para tokoh pembesar mereka ternyata aku mendapati perkara yang mungkar dan aneh yaitu mereka mempermainkan agama (Allah) dan mencabik-cabik kehormatannya.


⁵⁵"Pendapat mereka, yakni Murji-ah, Khawarij, dan Mu'tazilah adalah sesat dan menyesatkan, Penj

Maka benarlah menurutku bahwa hal itu berasal dari kesialan 'aqidah mereka dan rusaknya madzhab mereka.


Siapa yang membaca biografi an-Nazhzham, Abu Hudzail al-'Allaf, dan orang yang tidak punya malu al-Jahizh, maka ia akan mengetahui hal itu. ⁵⁶ Kita memohon keselamatan kepada Allah Ta'ala.

⁵⁶ Di antaranya yang terdapat dalam Siyar A'lamin Nubalaa' (X/541-542) pada biografi an-Nazhzham al-Mu'tazili.


Al-Hafizh adz-Dzahabi رحمه الله berkata: "An-Nazhzham termasuk orang yang Ilmu dan pemahamannya tidak bermanfaat. Sejumlah ulama telah meng kafirkannya, salah seorang dari mereka berkata, 'An-Nazhzham berada di atas agama Barahimah yang mengingkari kenabian dan kebangkitan, tetapi ia menyembunyikannya.' Diriwayatkan bahwa ia jatuh dari kamarnya dalam keadaan mabuk kemudian mati."


Pada biografi Abul Hudzail al-Allaf dalam as-Siyar (X/542-543) al-Hafizh adz-Dzahabi رَحِمَهُ اللهُ berkata: "Abul Hudzail bukanlah orang yang bertakwa hingga pernah diceritakan bahwa ia satu kali pernah mabuk di rumah temannya lalu ia merayu anak temannya itu, lalu ia dilempar dengan bejana kecil dan bejana kecil itu masuk ke dalam lehernya sehingga menjadi seperti kerah baju dan butuh seorang pandai besi untuk melepaskannya."


Dan pada biografi Abu 'Amr al-Jahizh dalam as-Siyar (XI/526) al-Hafizh adz-Dzahabi رحمهُ اللهُ berkata: "Dia adalah seorang yang tidak punya malu, tidak tahu agama, dan memiliki perilaku yang aneh."

تعليقات

المشاركات الشائعة من هذه المدونة

DAFTAR NAMA-NAMA KITAB TAUHID AHLUS SUNNAH WALJAMAAH

KUMPULAN DAFTAR NAMA KITAB - KITAB AQIDAH AHLUS SUNNAH WALJAMAAH