QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Ketujuh:


Iman kepada Takdir


Iman kepada takdir (Qadar) adalah dengan meyakini, balıwa Allah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan pengetahuan-Nya (ilmu-Nya) sebelum sesuatu itu ada. Semua perbuatan makhluk sudah ditakdirkan oleh Allah. Maka seyogyanya, manusia merelakan segala yang telah menjadi qadha' (vonis) Allah.


Dikisahkan dari Syaikh Afifuddin Azzahid, bahwa saat ia berada di Mesir, datang Informasi kepadanya peristiwa di Baghdad, yaitu serangan orang kafir pada kaum Muslimin. Kota Baghdad hancur, selama tiga setengah tahun vakum (kosong) dari pemimpin. Mereka mengalungkan mushaf Al-Qur'an di leher-leher anjing dan membuang kitab-kitab para Imam di sungai Dajlah untuk dijadikan jembatan tempat kuda-kuda mereka menyeberang. Syaikh Afifuddin tak dapat memercayai peristiwa tragis itu dan berkata: "Ya, Tuhan-ku, bagaimana ini bisa terjadi. Di antara warga kota Baghdad itu banyak anak-anak yang tak berdosa". Setelah itu, ia bermimpi melihat seorang lelaki yang membawa sebuah buku. Diambilnya buku, ternyata di dalamnya terdapat dua bait syair:

دَعِ الْاِعْتِرَاضَ فَمَا الْاَمْرُلَكَ * وَلَا الْحُكْمُ فِي حَرَكَاتِ الْفَلَكِ وَلَا تَسْأَلِ الله عَنْ فِعْلِهِ * فَمَنْ خَاضَ جَةَ بَحْرٍ هَلَكَ

Artinya: "Tinggalkanlah protesmu, apa urusanmu. Tak ada hukum yang berlaku bagi semua yang bergerak dicakrawala ini. "Dan janganlah kau tanyakan pada Allah mengenai tindakan-Nya. Barang siapa menyelam di tengah samudra, maka binasalah ia."

تعليقات

المشاركات الشائعة من هذه المدونة

DAFTAR NAMA-NAMA KITAB TAUHID AHLUS SUNNAH WALJAMAAH

KUMPULAN DAFTAR NAMA KITAB - KITAB AQIDAH AHLUS SUNNAH WALJAMAAH