SYARAH QOTRUL GHOIST
IV. MASALAH IMAN KEPADA KITAB-KITAB
Jika ditanyakan kepada anda: "Bagaimana anda beriman kepada kitab-kitab ?", maka jawablah: "Bahwasanya Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para Nabi-Nya". Yaitu kitab-kitab yang diturunkan kepada para Rasul di papan atau melalui lisan malaikat. Kitab-kitab yang diturunkan itu termasuk susunan Allah bukan susunan makhluk, dan termasuk qadim (terdahulu). Demikian jika dilihat dari segi arti yang qadim, maksudnya arti yang dikehendaki Allah, dan tidak ada pertentangan antara satu kata dan yang lain. Allah Ta'ala berfirman:
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلْفًا كَثِيْرًا ( النساء ١٣ )
Artinya:
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? kalau kira-nya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya".
(QS. 4 An Nisa': 82)
Maksudnya terdapat pertentangan maknanya dan perbedaan susunannya kalau ternyata Al Qur'an itu dari perkataan manusia. Juga akan terdapat ketidak cocokan satu sama lain atau sebagian fasih dan yang lain terdapat kelemahan kalau Al Qur'an itu dari selain Allah. Juga tentu banyak perbedaan perkataan satu sama lain. Tetapi karena kitab Al Qur'an itu dari sisi Allah, maka tidak terdapat perbedaan antara perkataan satu dan lainnya sekalipun tidak banyak dan tidak sedikit.
Orang yang meragukan terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepada Rasul, seperti tidak beriman kepada salah satu kitab dari kitab-kitab Allah itu, baik berupa satu ayat atau satu kalimat, maka orang itu benar-benar kafir.
V. MASALAH BERAPAKAH KITAB YANG DITURUNKAN KEPADA PARA NABI
Jika ditanyakan kepadamu: "Berapakah kitab yang diturunkan kepada para Nabi Allah?" Maka jawablah: "Di dalam suatu riwayat ada 104 (seratus empat) kitab".
1. Yang 10 kitab diturunkan kepada Shafiyullah Nabi Adam as.
2. Yang 50 kitab diturunkan kepada Nabi Syits bin Adam as. Lafadh "Syits" mempergunakan "Syin" dan "Tsa". Ada yang mengatakan dengan "ta" yang ditengahi "Ya" yang banyak berlaku munsharif, kadang-kadang ghairu munsharif. Makna "Syits" adalah pemberian Allah. Syits itu putra Adam as. yang paling bagus diantara putra-putranya, paling tampan, utama dan yang mirip dengan bapaknya serta paling disayangi. Dia hidup selama 712 tahun.
3. Allah menurunkan 30 kitab kepada Nabi Idris kakek Nabi Nuh as. Nama Nabi Nuh adalah "Akhnuh" atau "Khanuh". Dinamakan Idris karena banyaknya membaca kitab-kitab Allah. Beliau orang yang pertama kali menulis dengan kalam (pulpen), pengarang Ilmu Nujum (Astrologi) dan Ilmu Hisab (Hitung). Beliau juga orang yang pertama kali menjahit baju lalu dipakai. Para manusia sebelum Idris sama mengenakan baju kulit. Nabi Idris as. juga orang yang pertama kali membuat senjata (pedang) dan memerangi orang-orang kafir.
4. Allah Ta'ala menurunkan 10 kitab kepada Nabi Ibrahim as. Ada disebutkan, bahwa pada lembaran atau suhuf Nabi Ibrahim terdapat beberapa kalimat: "Sebaiknya bagi orang yang berakal memelihara lisannya, mengetahui masanya, dan menghadapi segala keperluannya".
5. Allah menurunkan kitab Injil seluruhnya kepada Nabi Isa a.s.
6. Allah menurunkan kitab Taurat keseluruhan kepada Nabi Musa bin Imran as. Sementara Ulama mengatakan, bahwa kata Injil dan Taurat itu bahasa Ibrani. Tapi ada yang mengatakan bahasa Suryani, seperti halnya kata "Zabur".
Ada suatu pendapat, bahwa disebut Taurat karena kitab Taurat itu terdapat nur, lantaran nur itu seseorang dapat keluar dari kesesatan petunjuk Allah, sebagaimana orang yang dapat keluar dari kegelapan kepada yang terang lantaran api. Ada yang mengatakan, bahwa disebut Taurat karena kebanyakan ayat-ayat Taurat berupa ironi. Sebagian Ulama mengatakan, dikatakan Injil karena kitab Injil itu memperluas dari yang tidak terdapat pada Taurat. Sebab Allah Ta'ala menghalalkan enam perkara dalam kitab Injil yang dalam kitab Taurat diharamkan. Disebutkan juga, bahwa dinamakan Injil karena ia mengeluarkan saripati kitab Taurat.
7. Allah menurunkan kitab Zabur kepada Nabi Dawud bin Isya as. beliau adalah pengikut Nabi Musa dan sesudahnya terpaut beberapa tahun lamanya.
8. Allah menurunkan kitab Al Qur'an secara berangsur-angsur dan terpisah-pisah selama 23 tahun setelah ditulis dalam suhuf. Dan Allah menurunkannya sekaligus di malam Al Qadar di Baitul Izzah, yaitu suatu tempat di langit dunia.
Al Qur'an juga disebut Furqan, karena ia membedakan antara yang hak (benar) dan yang batil (salah). Juga karena Al Qur'an diturunkan berangsur-angsur dan terpisah-pisah selama beberapa tahun. Disebut Al Qur'an, karena ia menempati kedudukan kitab Taurat, Injil dan Zabur di dalam hal banyaknya dibaca.
Allah Ta'ala menurunkan Al Qur'an kepada Nabi Muhammad ﷺ. yang terpilih. Beliau adalah putra Sayid Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Ka'ab bin Lu'ayi bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadlar bin Kinanah bin Khuzimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudlar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan dari putra Ismail bin Ibrahim as.
Jawaban tersebut adalah sebagaimana diriwayatkan dari Sahabat Ubay bin Ka'ab bahwa ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ.: "Berapakah kitab yang diturunkan oleh Allah?" Rasulullah bersabda: "Seratus empat kitab. Sepuluh suhuf pada Adam, 50 suhuf kepada Syits, 30 sahifah kepada Idris, 10 sahifah kepada Ibrahim dan kitab Taurat, Injil, Zabur serta Al Furqan (Al Qur'an)". Demikian sebagaimana disebutkan oleh As-Syarbini dalam Tafsirnya. Yang benar kitab-kitab itu tidak ada bilangan tertentu karena banyaknya perbedaan riwayat. Kita wajib mempercayai dan mengetahui empat kitab yang diturunkan oleh Allah yaitu Taurat, Injil, Zabur dan Al Qur'an.
تعليقات