SYARAH QOTRUL GHOIST

 XVII. MASALAH IMAN ITU MAKHLUK ATAU BUKAN.


Jika ditanyakan kepada anda: "Apakah Iman makhluk atau bukan?". Maka jawabnya: "Iman itu hidayah dari Allah dan membenarkan dengan seteguh hati terhadap apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ. dari Allah, serta menyatakan dua kalimat syahadat dengan lisannya.


Hidayah itu ciptaan Allah, sedangkan ciptaan Allah itu qadim. Ada-pun membenarkan dan mengikrarkan itu merupakan perbuatan hamba, dan perbuatan hamba adalah baru. Maksudnya ada sesudah tidak ada.


Segala perkara yang qadim (dahulu) adalah qadim dan bukan makhluk. Sedangkan apa saja yang baru datangnya maka perkara itu adalah pasti baru.


Syaikh Abu Ma'in An Nasafi mengatakan: "Tidak dapat dikatakan kalau iman dari seorang hamba itu adalah ikrar dengan lisan dan membenarkan dengan hati serta timbul petunjuk dan pertolongan dari Allah".


Sementara Ulama berpendapat: "Tidak dapat dikatakan kalau iman itu menjadi hidayah dan taufik (petunjuk dan pertolongan). Karena manusia itu diperintah untuk beriman. Perintah itu hanya terdapat dalam perkara yang ada pada lingkungan hamba. Dan seluruh perkara yang demikian pasti makhluk".


Syaikh Al Bajuri berkata: "Yang benar iman itu adalah makhluk. Karena itu membenarkan dengan hati, atau membenarkan yang disertai dengan pernyataan lisan. Keduanya adalahmakhluk. Kalau ada yang mengatakan qadim dengan memandang hidayah Allah adalah keluar dari hakikat iman. Dan hidayah itu juga baru. Tetapi jika kita memandang adanya iman itu karena qadla sejak azali, maka bisa benar kalau dikatakan bahwa Iman itu qadim.


Syaikh Muhammad Khalil mengutip pendapat Syaikh Syamsuddin Ar Ramli mengatakan: "Menurut mayoritas Ulama Ahli Tahqiq, iman itu adalah membenarkan dengan hati terhadap apa yang diketahui tanpa berangan-angan atas apa yang dibawa dan dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ. dari sisi Allah Ta'ala. Adapun pernyataan dengan lisan adalah hanya menjadi syarat untuk melaksanakan hukum-hukum di dunia. Ada yang mengatakan, bahwa iman adalah pernyataan dan pembenaran bersama-sama. Ada yang berpendapat, bahwa iman itu pernyataan dan amal perbuatan. Menurut cara-cara pendapat terakhir ini, maka iman adalah makhluk. Karena iman itu merupakan perbuatan seorang hamba yang diciptakan oleh Allah. Berdasarkan Firman Allah Ta'ala :




وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ ( اَلصَّفّٓاتُ ٩٦)


Artinya:


"Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu".


(QS. 37 Ash Shaffat: 96).


Adapun pendapat Imam Abu Laits As-Samarqindi sebagai jawaban atas pertanyaan: "Apakah Iman itu makhluk atau bukan?" Beliau mengatakan, bahwa iman itu adalah pernyataan dan petunjuk. Ikrar merupakan perbuatan manusia, dan perbuatan manusia adalah makhluk. Sedangkan hidayah atau petunjuk adalah ciptaan Allah, maka perbuatan Allah adalah makhluk. Ini sebagai toleransi saja, karena hidayah Allah kepada hamba adalah menjadi sebabnya iman, bukan sebagian daripada iman. Sedangkan yang ditanyakan adalah jiwa iman, buka iman dan sebabnya. Dan Allah-lah Yang Maha Mengetahui. Rahmat dan keselamatan semoga tetap atas junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alaman.


   اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ تَمَّتْ

Selesai pada tanggal 13 - bulan 4 tahun 2025 

Atau bertepatan dengan 14 syawal tahun 1446 Hijrah 

Nama Syahruddin 

WA 085394520264 

HP : 081243902179

Silahkan tunggu upload kitab berikut nya


    و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

تعليقات

المشاركات الشائعة من هذه المدونة

DAFTAR NAMA-NAMA KITAB TAUHID AHLUS SUNNAH WALJAMAAH

KUMPULAN DAFTAR NAMA KITAB - KITAB AQIDAH AHLUS SUNNAH WALJAMAAH