SYARAH QOTRUL GHOIST

 III. MASALAH IMAN KEPADA MALAIKAT


Jika ditanyakan kepada anda: "Bagaimana anda beriman kepada malaikat ?". Maka jawablah: "Bahwasanya malaikat itu banyak sekali dan bermacam-macam tingkahnya, perbuatan (pekerjaan)nya, dan bentuknya". Diantara para malaikat itu adalah:


1. MALAIKAT HAMALATUL 'ARSYI


Yaitu para malaikat pemikul 'Arasy. Mereka ini tingkatan para malaikat tertinggi dan pertama kali diciptakan. Mereka di dunia ada empat dan di hari kiamat kelak ada delapan. Bentuknya seperti kambing, antara tapak kaki sampai lututnya dapat ditempuh perjalanan tujuh puluh tahun bagai burung yang cepat terbangnya.


Adapun sifat 'Arasy sebagaimana disebutkan adalah benda hijau, yaitu merupakan makhluk Allah yang terbesar. Setiap hari dikenakan seribu macam warna dari cahaya. Makhluk-makhluk Allah Ta'ala tidak akan mampu memandang kebesaran Arasy itu. Seluruh makhluk di dalam Arasy bagaikan kolong yang terletak di tanah lapang. Disebutkan pula, bahwa Arasy itu menjadi kiblat penduduk langit, sebagaimana Ka'bah menjadi kiblat penduduk bumi.


2. MALAIKAT HAAFFUN


Yaitu para malaikat yang mengelilingi Arasy. Wahab bin Munabbih berkata: "Bahwasanya di sekitar Arasy itu ada 70.000 (tujuh puluh ribu) barisan malaikat. Satu baris di belakang barisan itu berhadap-hadapan. Mereka sama membaca tahlil dan yang lain membaca takbir. Di belakang 70.000 barisan malaikat itu terdapat 70.000 barisan malaikat yang sama berdiri, tangannya dikalungkan pada lehernya dan diletakkan pada pundak-pundak mereka. Apabila mereka mendengar bacaan takbir dan tahlil para malaikat yang sedang thawaf tadi dengan mengeraskan suaranya, maka mereka mengucapkan :


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ مَا أَعْظَمَكَ وَاحْلَمَكَ انْتَ اللهُ


لا إِلَهَ غَيْرُكَ أَنْتَ الْأَكْبَرُ وَالْخَلْقَ كُلَّهُمْ لَكَ رَاجِعُونَ


Artinya :


"Maha Suci Engkau ya Allah dan dengan memuji kepada-Mu. Alangkah ke-Agungan-Mu dan ke-Arifan-Mu. Engkaulah Allah, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau Maha Besar dan seluruh makhluk kembali kepada-Mu".


Di belakang 70.000 barisan malaikat yang berdiri, ada 100.000 (seratus ribu) barisan malaikat lagi, mereka meletakkan tangan ka-nannya pada tangan kirinya dengan membaca tasbih. Antara satu sayap jaraknya perjalanan 800 (delapan ratus) tahun. Antara daun telinga dengan pundaknya jaraknya perjalanan 400 (empat ratus) tahun.


Allah Ta'ala membuat tabir antara para malaikat yang berada di kanan kiri Arasy itu dengan tujuh puluh tabir dari cahaya, tujuh puluh tabir dari gelap, 70 tabir dari intan putih, 70 tabir dari air, dan 70 tabir dari kesejukan, yang hanya diketahui oleh Allah.


3. MALAIKAT RUHANIYUN


Yaitu malaikat bangsa ruhani, mereka berada di bumi putih seperti marmer, luasnya seluas perjalanan matahari 40 hari, panjangnya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Suara mereka sangat ra-mai dengan bacaan tasbih dan tahlil. Andaikata suara mereka di-buka dan diperdengarkan pada penduduk bumi maka mereka sungguh hancur karena kerasnya suara itu. Pangkal barisan malaikat ruhani itu adalah hingga sampai pada para malaikat pemikul Arasy.


4. MALAIKAT KARABIYYUN


Mereka adalah kepala-kepalanya para malaikat, yang berada di sekitar Arasy.


5. MALAIKAT SAFARAH.


Yaitu para malaikat yang menjadi penghubung antara Allah dengan para Nabi dan orang-orang saleh. Mereka inilah yang menyampaikan perintah-perintah Allah melalui wahyu, ilham dan mimpi yang baik kepada para Nabi dan orang-orang saleh. Mereka juga sebagai penghubung antara Allah dengan para makhluk-Nya, mendatangkan bukti ciptaan Allah.


Malaikat Safarah ini ada empat, yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, dan Izrail. Jibril adalah malaikat yang turun kepada Nabi, Mikail bertugas mengatur hujan, Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat sehingga para makhluk menjadi mati, dan meniup kembali untuk menghidupkan orang yang sudah mati. Kemudian seluruh nyawa kembali pada tubuhnya masing-masing. Izrail bertugas mencabut nyawa. Apabila seorang hamba telah sampai ajalnya, maka Allah memerintahkan malaikat juru pati untuk mencabut nyawa seorang hamba.


Malaikat juru pati mempunyai para pembantu malaikat yang diperintah untuk mencabut nyawa seorang hamba dari tubuhnya. Jika nyawa telah sampai kerongkongan lalu dikerjakan sendiri oleh malaikat juru pati. Keluarnya nyawa melalui ubun-ubun sebagaimana masuknya nyawa juga melalui ubun-ubun. Adapun terbukanya mulut seseorang yang kedatangan maut sewaktu akan keluarnya nyawa ada yang mengatakan adalah karena gawatnya apa yang dilihat ketika itu.


6. MALAIKAT HAFADHAH.


Muhammad Al Khalili berkata: Diriwayatkan, bahwa Sahabat Uts-man bin Affan ra. bertanya kepada Nabi ﷺ. "Berapakah ma-laikat yang menjaga manusia ?". Nabi bersabda: "Ada dua puluh malaikat".


a. Ada malaikat yang berada disebelah kanan kamu mencatat amal kebaikanmu. Malaikat ini lebih dipercaya oleh malaikat yang ada di sebelah kirimu. Jika kamu melakukan amal kebaikan, maka dicatat sepuluh. Apabila kamu melakukan kejelekan, maka malaikat yang ada disebelah kiri berkata kepada malaikat yang kanan: "Apakah saya tulis?" Yang kanan menjawab: "Biarkan dulu selama tujuh jam, barangkali dia bertaubat". Jika seorang hamba itu tidak bertaubat, maka malaikat sebelah kanan mengatakan: "Tulislah!". Nama malaikat sebelah kanan adalah Raqib, yaitu bertugas mencatat amal kebaikan seorang hamba. Sedangkan yang sebelah kiri bernama malaikat Atid, bertugas mencatat amal kejahatan seorang hamba.


b. Ada dua orang malaikat lagi yang berada di muka dan di belakang kamu.


c. Ada lagi seorang malaikat yang menguasai ubun-ubun kamu. Jika kamu merendahkan diri kepada Allah, maka ditinggikanlah derajatmu. Jika kamu menyombongkan diri kepada Allah, maka ia akan merusak kamu dengan merusak agamamu.


d. Dua malaikat pada kedua bibir kamu, keduanya tidak menjaga kamu melainkan kamu membaca shalawat atas Nabi ﷺ.


e. Seorang malaikat yang menjaga mulutmu, sehingga ular dan serangga tidak akan masuk pada mulutmu.


f. Dua malaikat lagi yang menjaga matamu. Ada yang mengatakan namanya adalah malaikat Syuyah.


Semuanya itu berjumlah sepuluh malaikat untuk menjaga setiap manusia. Kemudian para malaikat yang bertugas malam hari turun untuk menggantikan para malaikat yang bertugas siang hari. Jadi seluruhnya berjumlah dua puluh.


7. MALAIKAАТ КАТАВАН.


Mereka adalah para malaikat yang memindahkan ketetapan-ketetapan dari Lauh Mahfudh, yaitu para malaikat yang mulia-mulia sebagai penulis.


Diantara para malaikat ada yang memiliki dua sayap, tiga sayap dan empat sayap bahkan ditambah lebih banyak lagi oleh Allah sesuai kehendak-Nya. Perlu diingat, bahwa kata "Hamalah, Safa-rah, Hafadhah, dan Katabah" adalah jamak dari kata "Hamil, Safir, Hafidh dan Katib".


Para malaikat itu seluruhnya diciptakan oleh Allah sebagai hamba-Nya. Mereka tidak mengucapkan sesuatu jika Allah tidak mengatakannya. Seperti halnya kebiasaan para budak yang dididik budi pekerti.


Para malaikat tidak bersifat laki-laki atau perempuan. Maka siapa yang beri'tikad bahwa malaikat itu perempuan atau banci dia adalah kafir berdasarkan kesepakatan Ulama'. Siapa yang beri'tikad kalau malaikat itu laki-laki dia adalah fasik. Malaikat juga tidak mempunyai syahwat dan nafsu.


Adapun nafsu itu ada tujuh tingkatan, yaitu:


1. Nafsu Ammarah.


Tempatnya ada di dada, rangkaiannya adalah kikir, loba terhadap dunia, dengki, bodoh, sombong, sahwat, dan marah.

2. Nafsu Lawwamah.


Tempatnya di hati, yaitu dibawah punting payudara kiri kira-kira dua jari. Termasuk nafsu lawwamah adalah senang mencela, senang menipu, mengagumi diri, menuturkan kejelekan orang lain, pamer, aniaya, dusta dan lalai.


3. Nafsu Mulhimah.


Tempatnya adalah ruh di bawah punting payudara yang kanan sekira dua jari. Termasuk nafsu Mulhimah adalah sakhawah (derma), menerima apa yang ada, aris, merendahkan diri, taubat, sabar, dan tabah menderita.


4. Nafsu Muthmainnah.


Tempatnya dekat punting payudara kiri kira-kira dua jari ke arah dada. Yang termasuk nafsu muthmainnah adalah pemurah, tawakkal, ibadah, syukur, ridha, dan takut kepada Allah.


5. Nafsu Radhiyah.


Tempatnya pada sirrus sir, maksudnya pada kerangka tubuh. Termasuk nafsu radhiyah adalah sosial, zuhud, perwira, riyadlah (berlatih), dan menepati janji.


6. Nafsu Mardliyah.


Tempatnya samar, yaitu di dekat susu kanan sekira dua jari ke arah tengah dada. Yang mengikuti nafsu mardliyah adalah pekerti yang baik, meninggalkan selain Allah, kasih sayang kepada Makhluk, berpaling dari dosa makhluk, mencintai hamba Allah, condong pada hamba Allah untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan watak dan nafsu mereka.


7. Nafsu Kamilah.


Tempatnya lebih samar yaitu di tengah dada. Yang mengikuti nafsu kamilah adalah: ilmul yaqin, 'ainul yaqin, dan haqqul yaqin.


Para malaikat tidak berbapak dan tidak beribu, karena malaikat adalah jisim dari cahaya pada umumnya. Terkadang malaikat itu terjadi dari tetesan air Jibril, setelah Jibril mandi dari sungai di bawah Arasy.


Para malaikat dapat bertasyakkul, yaitu berubah-rubah bentuknya. Mereka tidak makan dan tidak tidur. Dalil bahwa para malaikat tidak per-nah tidur adalah sebagaimana firman Allah Ta'ala:


يُسَبِّحُونَ اليْلَ وَالنَّهَارَ لايفْتَرُوْنَ ( اَلْاَنْبِيَاءُ (٢)


Artinya:


Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya".


(QS. 21 Al Anbiya': 20)


Tidur adalah kendornya otot tetapi akalnya masih tetap. Seluruh malaikat juga tidak ada yang maksiat terhadap segala perintah Allah. Mereka semua melakukan apa saja yang diperintahkan. Allah Ta'ala ber-firman:


يَخَافُوْنَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ( اَلنَّحْلُ ٥٠ )


Artinya:


"Mereka takut kepada Tuhan mereka yang berkuasa atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)".


(QS. 16 An Nahl: 50)


Allah Ta'ala juga berfirman:


بَلْ عِبَادُ مُكْرَمُونَ لَا يَسْبِقُوْنَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ ( الانبياء ٢٦ - ٢٧ )


Artinya:


"Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya".


(QS. 21 Al Anbiya': 26-27)


Maksudnya bahwa para malaikat adalah hamba-hamba Allah yang mulia, karena mereka terpelihara darimaksiat, tidak pernah mendahului Allah dengan perkataan, mereka melakukan segala yang diperintahkan oleh Allah. Hal ini karena malaikat sangat memperhatikan Allah. Mereka mengumpulkan keta'atan dengan ucapan dan perbuatan. Dengan demikian maka malaikat sangat taat kepada Allah Ta'ala.


Mencintai para malaikat termasuk syarat sahnya iman, dan membenci malaikat adalah kufur, berdasarkan firman Allah Ta'ala: 


كُلِّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ ( الْبَقَرَةُ ٢٨٥ )


Artinya:


"Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya".


(QS. 2 Al Baqarah: 285)

تعليقات

المشاركات الشائعة من هذه المدونة

DAFTAR NAMA-NAMA KITAB TAUHID AHLUS SUNNAH WALJAMAAH

KUMPULAN DAFTAR NAMA KITAB - KITAB AQIDAH AHLUS SUNNAH WALJAMAAH