المشاركات

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang kesembilan: Iman kepada Surga dan Neraka Jahanam Iman kepada adanya Surga adalah percaya, bahwa surga merupakan tempat yang abadi bagi orang Muslim, yaitu orang yang meninggal dalam keadaan Islam, meskipun pernah menjadi orang kafir. Yang termasuk Muslim adalah orang Muslim yang yang berbuat maksiat (selain syirik), tempat kembali dan tempat abadi baginya adalah surga. Maka apabila ia masuk neraka, tidak akan abadi di dalamnya. Bahkan siksa neraka tidak selalu dirasakannya selama berada di dalamnya, karena sejenak setelah masuk ke dalamnya, ia akan mati (masa sejenak, ini hanya Allah yang mengetahui ukurannya). Ia tidak akan hidup lagi sebelum keluar dari neraka. Yang dimaksud mati di sini adalah, bahwa ia tidak merasakan pedihnya neraka, karena ia mengalami kematian yang sesungguhnya dengan lepas nyawa. Iman kepada Neraka Jahanam adalah percaya, bahwa Jahanam nama bagi beberapa neraka yang ada, adalah tempat yang abadi bagi orang kafir, yaitu orang yang meninggal dalam kea...

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Kedelapan: Iman Kepada Hasyr (Dikumpulkannya Makhluk di Mahsyar) Iman kepada hasyr adalah meyakini bahwa semua makhluk setelah dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan akan digiring ke Mahsyar, yaitu suatu tempat berkumpul, berupa padang putih yang luas, rata dan lurus, tak ada kelokan dan gundukan. Tak ada bukit yang dapat digunakan manusia untuk bersembunyi atau jurang untuk berlindung dari pandangan mata. Mahsyar adalah satu tanjakan yang membentang, tanpa naik turun. Mereka akan digiring ke sana secara berbondong-bondong. Tingkatan manusia dalam iring-iringan menuju Mahsyar ini berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia. Ada yang menaiki kendaraan, yaitu orang-orang yang bertakwa. Ada yang jalan dengan kakinya, yaitu orang-orang Islam yang kurang beramal (sedikit amal baiknya). Ada yang berjalan dengan wajahnya (kepalanya) atau jungkir, yaitu orang-orang kafir. Dari tempat berkumpul itu kemudian mereka diarahkan ke surga atau neraka. Setelah itu mereka aka...

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Ketujuh: Iman kepada Takdir Iman kepada takdir (Qadar) adalah dengan meyakini, balıwa Allah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan pengetahuan-Nya (ilmu-Nya) sebelum sesuatu itu ada. Semua perbuatan makhluk sudah ditakdirkan oleh Allah. Maka seyogyanya, manusia merelakan segala yang telah menjadi qadha' (vonis) Allah. Dikisahkan dari Syaikh Afifuddin Azzahid, bahwa saat ia berada di Mesir, datang Informasi kepadanya peristiwa di Baghdad, yaitu serangan orang kafir pada kaum Muslimin. Kota Baghdad hancur, selama tiga setengah tahun vakum (kosong) dari pemimpin. Mereka mengalungkan mushaf Al-Qur'an di leher-leher anjing dan membuang kitab-kitab para Imam di sungai Dajlah untuk dijadikan jembatan tempat kuda-kuda mereka menyeberang. Syaikh Afifuddin tak dapat memercayai peristiwa tragis itu dan berkata: "Ya, Tuhan-ku, bagaimana ini bisa terjadi. Di antara warga kota Baghdad itu banyak anak-anak yang tak berdosa". Setelah itu, ia bermimpi melihat seorang lelaki ...

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Keenam: Iman Kepada Kebangkitan Manusia Dari Kematian Iman ini adalah percaya bahwa Allah akan membangkitkan orang-orang mati, baik mereka dikubur, di tanah, tenggelam di laut ataupun mati dalam lainnya. Yang akan dibangkitkan oleh Allah adalah fisik manusia itu sendiri, bukan sesuatu yang diciptakan sama dengan fisik itu. Hal ini sesuai dengan ijma (kesepakatan ulama). Allah berfirman: زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتَبْعَثُنَّ Artinya: "Orang-orang kafir menyangka, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan (setelah mati). Katakanlah (wahai Muhammad): "Ya, Demi Allah kamu pasti akan dibangkitkan (setelah mati)." (QS. At-Taghabun: 7)

QAMI'UTH THUGHYAN(MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Kelima: Iman Kepada Hancurnya Alam Iman kepada hancurnya alam adalah yakin akan hancurnya alam dunia, baik yang tinggi maupun yang rendah. Juga percaya akan terjadinya hari Akhir (kiamat) dan segala yang berkait kepadanya, yaitu balasan amal, perhitungan amal, timbangan amal, jembatan Siratal Mustaqim, Surga dan Neraka.

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Keempat: Iman Kepada Para Nabi Iman kepada para Nabi Allah adalah dengan meyakini, bahwa mereka benar dan jujur dalam segala yang disampaikan dari Allah. Sebagian dari mereka ada beberapa orang yang diutus oleh Allah (Rasul) kepada makhluk-Nya untuk menunjukkan, menyempurnakan kehidupan dan masa depan (akhirat) makhluk-Nya. Allah mengukuhkan mereka dengan beberapa mukjizat (suatu keistimewaan yang mengalahkan semua yang dilakukan dan dibuat manusia) yang menjadi tanda-tanda kejujuran mereka. Mereka menyampaikan risalah dari Allah dan menerangkan kepada semua mukallaf (orang dewasa) segala yang diperintahkan Allah.

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Ketiga: Iman Kepada Kitab-kitab Allah Iman kepada Kitab-kitab allah adalah membenarkan bahwa sesuatu yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi dalam bentuk kitab-kitab adalah wahyu dari Allah. Kitab-kitab itu mengandung beberapa hukum dan warta Allah.