المشاركات

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Kedua: Iman Kepada Malaikat Iman kepada Malaikat adalah membenarkan, bahwa mereka ada. Mereka adalah makhluk dan hamba Allah yang dimuliakan. Mereka tak pernah membantah atau meninggalkan segala yang diperintahkan-Nya. Malaikat adalah makhluk yang memiliki fisik yang lembut dan memiliki roh. Allah memberikan kemampuan kepada mereka untuk menjelmakan diri dengan segala bentuk fisik yang bagus.

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Pertama: Iman Kepada Allah Iman kepada Allah, artinya percaya bahwa Allah ﷻ. Maha Esa, tak ada sekutu bagi-Nya, Maha Tunggal, tak ada yang menyamai-Nya dan menjadi tempat bergantung bagi Hamba-Nya, tak ada yang membandinginya. Eksistensi Allah adalah Azali (masa yang tak ada permulaannya), berdiri sendiri, Maha Abadi. Tak ada permulaan bagi wujud-Nya dan tak ada akhir bagi keabadian-Nya. Allah Maha Eksis, waktu tak akan merusak atau mengubah-Nya, karena Allah Maha Awal, Maha Akhir, Maha Jelas, Maha Samar. Allah terlepas dari sifat-sifat fisik dan tak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya.

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 PENDAHULUAN Segala puji bagi Allah yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan. Shalawat dan salam semoga diberikan atas penghulu kita, Nabi Muhammad ﷺ. yang dikukuhkan oleh Allah dengan beberapa mukjizat, juga diberikan kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau yang banyak berbuat kebaikan dan meninggalkan kemungkaran. Sesudah itu saya, Muhammad Nawawi bin Umar mengharap ampunan Allah atas dosa-dosa dan pemenuhan Allah pada hajat-hajat saya. Sudah lama saya berfikir untuk mengkaji nazham-nazham (syair-syair) karya syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad dalam kitabnya yang terkenal, yaitu Syu'abul Iman. Kitab ini merupakan terjemahan bahasa Arab dari kitab yang berjudul sama dalam bahasa Parsi (Iran) karya Sayyid Nuruddin Al-Ijiy. Syair-syair itu dirangkai dalam 26 bait dengan bahar (irama) Kamil. Setelah hati saya tergerak saya menulis kitab syarah (penjabaran) atas kitab tersebut. Saya berharap kitab syarah itu bermanfaat untuk saya sendiri dan anak cucu saya yang menginginkan kebahagia...

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 PENGANTAR PENERJEМАН بِسْمِ اللَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ وَقَوَّةِ الْعَقِيدَةِ وَارْسَلَ رَسُولَهُ إِلَى جَمِيعِ عِبَادِهِ كَافَّةً وَأَنْزَلَ الْقُرْآنَ تِبْيَانَا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهَدَاهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ الَّذِي جَاءَ بِرِسَالَةِ رَبِّهِ الَّتِي شَمَلَتْ أَحْكَامَ الشَّرِيعَةِ وَالْعَقِيدَةِ الْقَائِلُ الْإِيْمَانُ بِضْعُ وَسَبْعُونَ شُعْبَةٌ فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شَعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ، أَمَّا بَعْدُ Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tertumpah untuk junjungan umat Islam, Nabi besar Muhammad ﷺ. Risalah kecil ini merupakan terjemahan dari kitab Qami'uth-Thughyan 'Ala Manzhumati Su'abul Iman karya Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar yang mengupas syair-syair kitab "Syu'abul Iman" karya Syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad. Isi buku ini adalah penjelasan mengenai 77 cabang I...

عقيدة النسفية | AQĪDAH NASAFIYAH

Terjemähän Al Aqāidu An Nasafiyah العقيدة النسفية ARAB MELAYU - ENGLISH Abu Hafs bin Muhammad bin Muhammad Nasafi بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَالصَّلَاةُ عَلَى رَسُوْلِهِ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ أَجْمَعِيْنَ 1- Ku mulal kitab ini dengan nama Allah, yang Mahamurah, yang Mengasihani HambaNya dalam akhirat. Segala puji akan Tuhan segala alam, dan pahala akhirat bagi segala yang takut akan Allah, dan rahmat Allah atas PesuruhNya Muhammad dan Keluarganya sekalian. I begin this book in the Name of Allah, Most Merciful, Most Compassionate to His servants in the Hereafter, Every praise be to [Allah] Lord of the Worlds, and may the reward of the Hereafter be recompense for those who fear Allah, and may Allah's mercy be upon His Messenger and his entire Family. قَالَ الشّيْخُ الْإِمَامُ الْأَجِلَّاءُ الْعَالِمُ الْعَامِلُ الْمُتَّقِي نَجْمُ الْمِلَّةِ وَالدِّيْنِ أُسْتَاذُ الْأَئِمَّةَ وَالْعُلَمَاءُ إِمَامُ الْحَرَ...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 XVII. MASALAH IMAN ITU MAKHLUK ATAU BUKAN. Jika ditanyakan kepada anda: "Apakah Iman makhluk atau bukan?". Maka jawabnya: "Iman itu hidayah dari Allah dan membenarkan dengan seteguh hati terhadap apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ. dari Allah, serta menyatakan dua kalimat syahadat dengan lisannya. Hidayah itu ciptaan Allah, sedangkan ciptaan Allah itu qadim. Ada-pun membenarkan dan mengikrarkan itu merupakan perbuatan hamba, dan perbuatan hamba adalah baru. Maksudnya ada sesudah tidak ada. Segala perkara yang qadim (dahulu) adalah qadim dan bukan makhluk. Sedangkan apa saja yang baru datangnya maka perkara itu adalah pasti baru. Syaikh Abu Ma'in An Nasafi mengatakan: "Tidak dapat dikatakan kalau iman dari seorang hamba itu adalah ikrar dengan lisan dan membenarkan dengan hati serta timbul petunjuk dan pertolongan dari Allah". Sementara Ulama berpendapat: "Tidak dapat dikatakan kalau iman itu menjadi hidayah dan taufik (petunjuk dan pertolongan). Kar...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 XVI. MASALAH IMAN DENGAN SIFAT SUCI ATAU TIDAK Jika ditanyakan kepadamu: "Iman itu apakah dengan sifat suci atau tidak?". Jawabnya hendaklah kamu katakan: "Iman itu dengan sifat suci. Sebab dengan iman itulah segala amal dapat sah. Sedangkan kufur adalah dengan sifat hadats atau najis". Berdasarkan Firman Allah Ta'ala : يَايُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ ( التوبة ( ) Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis". (QS. 9 At-Taubah: 28) Maksudnya: i'tikad mereka najis bukan tubuhnya. Jadi jiwa mereka itu dianggap kotor karena mempersekutukan Allah. Sehingga seluruh amal yang dilakukannya menjadi rusak. Tetapi kalau ia masuk Islam, maka ia akan mendapat pahala karena keta'atan yang dilakukan. Keta'atan yang tidak memerlukan niat seperti sedekah, menyambung hubungan keluarga, memerdekakan budak. Ketaatannya dihukumi sah sejak ia masuk Islam. Sebagaimana yang dikutip Syaikh Wana...