المشاركات

SYARAH QOTRUL GHOIST

 X. MASALAH APAKAH MENGETAHUI NAMA DAN JUMLAH RASUL TERMASUK SYARAT IMAN Apabila anda ditanya: "Memngetahui nama-nama dan jumlah para Rasul apakah menjadi syarat Iman atau tidak?" Jawabnya: "Hapal nama-nama dan jumlah para Rasul tidak menjadi syarat sah dan kesempurnaan iman menurut Ahlus sunnah berdasarkan Firman Allah Ta'ala : وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ( اَلْمُؤْمِنُ ٧٨ ) Artinya: "Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan kemudian antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu". (QS. 40 Al Mu'min : 78) Maksudnya Kami tidak menceritakan para Rasul dan tidak menyebutkan nama-namanya secara keseluruhan kepadamu. Sekalipun kita memiliki ilmu pengetahuan dan kemampuan yang sempurna, apabila para Rasul itu telah ditetapkan adanya, maka kita tidak wajib mengetahui seluruh jumlahny...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 IX. MASALAH BERAPA JUMLAH NABI YANG DIUTUS Jika anda ditanya: "Berapa jumlah para Nabi yang menjadi utusan (Rasul)?". Jawabnya: "Menurut satu riwayat ada 313 (tigaratus tiga belas) Rasul, sama dengan jumlah Sahabat yang ikut Perang Badar". Dalam riwayat lain disebutkan ada 314 Rasul, sama dengan jumlah pasukan tentara Raja Thalut yang tabah dalam melawan tentara Jalut. Riwayat lain menyebutkan ada 315. Diriwayatkan, bahwa Allah mengangkat 8.000 (delapan ribu) Nabi, yang 4.000 dari kalangan Bani Israil dan yang 4.000 dari yang lainnya. Perbedaan antara nabi dan rasul adalah, kalau Rasul yaitu manusia yang diperintahkan menyampaikan hukum-hukum kepada umatnya, sedangkan nabi tidak diperintahkan. Tetapi ia disuruh menyampaikan kepada kaumnya kalau dirinya itu seorang nabi agar dihormati.

SYARAH QOTRUL GHOIST

 VIII. MASALAH BERAPA JUMLAH NABI Apabila anda ditanya: "Berapakah jumlah Nabi?". Jawabnya: "Menurut satu riwayat ada 124.000 (seratus dua puluh empat ribu)". Syaikh Muhammad Ad Dardiri mengatakan: Yang lebih utama tidak perlu membatasi dengan jumlah tertentu. Sebab kalau menyatakan bilangan itu boleh jadi memasukkan orang yang bukan nabi menjadi nabi dan yang pasti menjadi nabi tidak termasuk nabi. Karena boleh jadi akan lebih banyak dari kenyataannya atau mengeluarkan seorang yang mestinya termasuk menjadi nabi. Adapun Hadits yang menyatakan bahwa Nabi ﷺ. ditanya tentang jumlah para nabi, maka beliau bersabda: "Ada 124.000 dan dalam satu riwayat 224.000" adalah hadits Ahad yang tidak dapat memberikan fai dah pada keadaan yang pasti. Sedangkan di dalam i'tikad praduga-praduga itu tidak dianggap.

SYARAH QOTRUL GHOIST

 VII. MASALAH BERAPA NABI PEMILIK SYARI'AT. Jika ditanyakan kepada anda: "Berapakah para Nabi yang memiliki Syari'at?", Jawabnya: "Ada Enam, yaitu: Adam, Nuh (usianya 1450 tahun), Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad ﷺ.". Ibnu Abbas dan Qatadah berkata: "Nabi yang bergelar "Ulul Azmi" ada lima: Muhammad, Ibrahim, Musa, Isa dan Nuh. Mereka adalah pemilik Syari'at". Sebagaimana disebutkan oleh Ulama dalam sebait nadham dari "Bahar Thawil". مُحَمَّدٌ إِبْرَاهِيمُ مُوسَى كَلِيمُ وَعَيْسَى وَنُوْحٌ هُمْ أُولُو الْعَزْمِ فَاعْلَمِ Artinya: Ketahuilah! Muhammad, Ibrahim, Musa penerima Firman Allah, Isa dan Nuh seluruhnya adalah Ulul Azmi. Imam Muqatil berkata: "Para Nabi Ulul Azmi" adalah : 1. Nabi Nuh as., dia tabah dan sabar disakiti kaumnya. 2. Nabi Ibrahim as., dia sabar menghadapi api untuk membakar dirinya. 3. Nabi Ismail as,, dia sabar menghadapi penyembelihan dari ayahnya Ibrahim atas perintah Allah. 4. Nabi Ya'qub...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 VI. MASALAH IMAN KEPADA NABI Jika ditanyakan kepadamu: "Bagaimana kamu beriman kepada para Nabi ?", maka jawablah: "Bahwa Nabi yang pertama adalah Adam as namanya As-Syarif dengan sebutan Abul Basyar dan samarannya Shafiyullah. Sesudah Nabi Muhammad ﷺ, sudah tidak ada nabi lagi", Para nabi menyampaikan berita ghaib, seperti hari kiamat dan ihwalnya, pembangkitan manusia dari kuburnya, penghalauan dan pengumpulan manusia di mahsyar untuk dihisab dan dibalas amalnya, adanya syafa'at, timbangan amal, akhirat, surga, neraka dan yang lain. Mereka memberikan nasehat dengan benar, tidak pernah menipu kaumnya dari apa yang diberitakan dan didakwahkan. Mereka menyampaikan hukum-hukum Allah kepada para ummatnya karena mereka diperintahkan untuk menyampaikannya. Mereka memerintahkan ketaatan kepada Allah 'Azza wa Jalla dan melarang kemaksiatan. Para Rasul adalah manusia-manusia yang dipercaya oleh Allah Ta'ala untuk menyampaikan wahyu-Nya, yaitu pengetahuan rahasi...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 IV. MASALAH IMAN KEPADA KITAB-KITAB Jika ditanyakan kepada anda: "Bagaimana anda beriman kepada kitab-kitab ?", maka jawablah: "Bahwasanya Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para Nabi-Nya". Yaitu kitab-kitab yang diturunkan kepada para Rasul di papan atau melalui lisan malaikat. Kitab-kitab yang diturunkan itu termasuk susunan Allah bukan susunan makhluk, dan termasuk qadim (terdahulu). Demikian jika dilihat dari segi arti yang qadim, maksudnya arti yang dikehendaki Allah, dan tidak ada pertentangan antara satu kata dan yang lain. Allah Ta'ala berfirman: أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلْفًا كَثِيْرًا ( النساء ١٣ ) Artinya: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an ? kalau kira-nya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya". (QS. 4 An Nisa': 82) Maksudnya terdapat pertentangan maknanya dan perbedaan susu...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 III. MASALAH IMAN KEPADA MALAIKAT Jika ditanyakan kepada anda: "Bagaimana anda beriman kepada malaikat ?". Maka jawablah: "Bahwasanya malaikat itu banyak sekali dan bermacam-macam tingkahnya, perbuatan (pekerjaan)nya, dan bentuknya". Diantara para malaikat itu adalah: 1. MALAIKAT HAMALATUL 'ARSYI Yaitu para malaikat pemikul 'Arasy. Mereka ini tingkatan para malaikat tertinggi dan pertama kali diciptakan. Mereka di dunia ada empat dan di hari kiamat kelak ada delapan. Bentuknya seperti kambing, antara tapak kaki sampai lututnya dapat ditempuh perjalanan tujuh puluh tahun bagai burung yang cepat terbangnya. Adapun sifat 'Arasy sebagaimana disebutkan adalah benda hijau, yaitu merupakan makhluk Allah yang terbesar. Setiap hari dikenakan seribu macam warna dari cahaya. Makhluk-makhluk Allah Ta'ala tidak akan mampu memandang kebesaran Arasy itu. Seluruh makhluk di dalam Arasy bagaikan kolong yang terletak di tanah lapang. Disebutkan pula, bahwa Arasy itu ...