المشاركات

عرض المشاركات من أبريل, 2025

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang kesembilan: Iman kepada Surga dan Neraka Jahanam Iman kepada adanya Surga adalah percaya, bahwa surga merupakan tempat yang abadi bagi orang Muslim, yaitu orang yang meninggal dalam keadaan Islam, meskipun pernah menjadi orang kafir. Yang termasuk Muslim adalah orang Muslim yang yang berbuat maksiat (selain syirik), tempat kembali dan tempat abadi baginya adalah surga. Maka apabila ia masuk neraka, tidak akan abadi di dalamnya. Bahkan siksa neraka tidak selalu dirasakannya selama berada di dalamnya, karena sejenak setelah masuk ke dalamnya, ia akan mati (masa sejenak, ini hanya Allah yang mengetahui ukurannya). Ia tidak akan hidup lagi sebelum keluar dari neraka. Yang dimaksud mati di sini adalah, bahwa ia tidak merasakan pedihnya neraka, karena ia mengalami kematian yang sesungguhnya dengan lepas nyawa. Iman kepada Neraka Jahanam adalah percaya, bahwa Jahanam nama bagi beberapa neraka yang ada, adalah tempat yang abadi bagi orang kafir, yaitu orang yang meninggal dalam kea...

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Kedelapan: Iman Kepada Hasyr (Dikumpulkannya Makhluk di Mahsyar) Iman kepada hasyr adalah meyakini bahwa semua makhluk setelah dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan akan digiring ke Mahsyar, yaitu suatu tempat berkumpul, berupa padang putih yang luas, rata dan lurus, tak ada kelokan dan gundukan. Tak ada bukit yang dapat digunakan manusia untuk bersembunyi atau jurang untuk berlindung dari pandangan mata. Mahsyar adalah satu tanjakan yang membentang, tanpa naik turun. Mereka akan digiring ke sana secara berbondong-bondong. Tingkatan manusia dalam iring-iringan menuju Mahsyar ini berbeda-beda sesuai dengan amal perbuatan mereka di dunia. Ada yang menaiki kendaraan, yaitu orang-orang yang bertakwa. Ada yang jalan dengan kakinya, yaitu orang-orang Islam yang kurang beramal (sedikit amal baiknya). Ada yang berjalan dengan wajahnya (kepalanya) atau jungkir, yaitu orang-orang kafir. Dari tempat berkumpul itu kemudian mereka diarahkan ke surga atau neraka. Setelah itu mereka aka...

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Ketujuh: Iman kepada Takdir Iman kepada takdir (Qadar) adalah dengan meyakini, balıwa Allah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan pengetahuan-Nya (ilmu-Nya) sebelum sesuatu itu ada. Semua perbuatan makhluk sudah ditakdirkan oleh Allah. Maka seyogyanya, manusia merelakan segala yang telah menjadi qadha' (vonis) Allah. Dikisahkan dari Syaikh Afifuddin Azzahid, bahwa saat ia berada di Mesir, datang Informasi kepadanya peristiwa di Baghdad, yaitu serangan orang kafir pada kaum Muslimin. Kota Baghdad hancur, selama tiga setengah tahun vakum (kosong) dari pemimpin. Mereka mengalungkan mushaf Al-Qur'an di leher-leher anjing dan membuang kitab-kitab para Imam di sungai Dajlah untuk dijadikan jembatan tempat kuda-kuda mereka menyeberang. Syaikh Afifuddin tak dapat memercayai peristiwa tragis itu dan berkata: "Ya, Tuhan-ku, bagaimana ini bisa terjadi. Di antara warga kota Baghdad itu banyak anak-anak yang tak berdosa". Setelah itu, ia bermimpi melihat seorang lelaki ...

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Keenam: Iman Kepada Kebangkitan Manusia Dari Kematian Iman ini adalah percaya bahwa Allah akan membangkitkan orang-orang mati, baik mereka dikubur, di tanah, tenggelam di laut ataupun mati dalam lainnya. Yang akan dibangkitkan oleh Allah adalah fisik manusia itu sendiri, bukan sesuatu yang diciptakan sama dengan fisik itu. Hal ini sesuai dengan ijma (kesepakatan ulama). Allah berfirman: زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتَبْعَثُنَّ Artinya: "Orang-orang kafir menyangka, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan (setelah mati). Katakanlah (wahai Muhammad): "Ya, Demi Allah kamu pasti akan dibangkitkan (setelah mati)." (QS. At-Taghabun: 7)

QAMI'UTH THUGHYAN(MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Kelima: Iman Kepada Hancurnya Alam Iman kepada hancurnya alam adalah yakin akan hancurnya alam dunia, baik yang tinggi maupun yang rendah. Juga percaya akan terjadinya hari Akhir (kiamat) dan segala yang berkait kepadanya, yaitu balasan amal, perhitungan amal, timbangan amal, jembatan Siratal Mustaqim, Surga dan Neraka.

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Keempat: Iman Kepada Para Nabi Iman kepada para Nabi Allah adalah dengan meyakini, bahwa mereka benar dan jujur dalam segala yang disampaikan dari Allah. Sebagian dari mereka ada beberapa orang yang diutus oleh Allah (Rasul) kepada makhluk-Nya untuk menunjukkan, menyempurnakan kehidupan dan masa depan (akhirat) makhluk-Nya. Allah mengukuhkan mereka dengan beberapa mukjizat (suatu keistimewaan yang mengalahkan semua yang dilakukan dan dibuat manusia) yang menjadi tanda-tanda kejujuran mereka. Mereka menyampaikan risalah dari Allah dan menerangkan kepada semua mukallaf (orang dewasa) segala yang diperintahkan Allah.

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Ketiga: Iman Kepada Kitab-kitab Allah Iman kepada Kitab-kitab allah adalah membenarkan bahwa sesuatu yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi dalam bentuk kitab-kitab adalah wahyu dari Allah. Kitab-kitab itu mengandung beberapa hukum dan warta Allah.

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Kedua: Iman Kepada Malaikat Iman kepada Malaikat adalah membenarkan, bahwa mereka ada. Mereka adalah makhluk dan hamba Allah yang dimuliakan. Mereka tak pernah membantah atau meninggalkan segala yang diperintahkan-Nya. Malaikat adalah makhluk yang memiliki fisik yang lembut dan memiliki roh. Allah memberikan kemampuan kepada mereka untuk menjelmakan diri dengan segala bentuk fisik yang bagus.

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 Cabang Pertama: Iman Kepada Allah Iman kepada Allah, artinya percaya bahwa Allah ﷻ. Maha Esa, tak ada sekutu bagi-Nya, Maha Tunggal, tak ada yang menyamai-Nya dan menjadi tempat bergantung bagi Hamba-Nya, tak ada yang membandinginya. Eksistensi Allah adalah Azali (masa yang tak ada permulaannya), berdiri sendiri, Maha Abadi. Tak ada permulaan bagi wujud-Nya dan tak ada akhir bagi keabadian-Nya. Allah Maha Eksis, waktu tak akan merusak atau mengubah-Nya, karena Allah Maha Awal, Maha Akhir, Maha Jelas, Maha Samar. Allah terlepas dari sifat-sifat fisik dan tak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya.

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 PENDAHULUAN Segala puji bagi Allah yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan. Shalawat dan salam semoga diberikan atas penghulu kita, Nabi Muhammad ﷺ. yang dikukuhkan oleh Allah dengan beberapa mukjizat, juga diberikan kepada keluarga dan sahabat-sahabat beliau yang banyak berbuat kebaikan dan meninggalkan kemungkaran. Sesudah itu saya, Muhammad Nawawi bin Umar mengharap ampunan Allah atas dosa-dosa dan pemenuhan Allah pada hajat-hajat saya. Sudah lama saya berfikir untuk mengkaji nazham-nazham (syair-syair) karya syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad dalam kitabnya yang terkenal, yaitu Syu'abul Iman. Kitab ini merupakan terjemahan bahasa Arab dari kitab yang berjudul sama dalam bahasa Parsi (Iran) karya Sayyid Nuruddin Al-Ijiy. Syair-syair itu dirangkai dalam 26 bait dengan bahar (irama) Kamil. Setelah hati saya tergerak saya menulis kitab syarah (penjabaran) atas kitab tersebut. Saya berharap kitab syarah itu bermanfaat untuk saya sendiri dan anak cucu saya yang menginginkan kebahagia...

QAMI'UTH THUGHYAN (MAHLIGAI 77 CABANG IMAN)

 PENGANTAR PENERJEМАН بِسْمِ اللَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ وَقَوَّةِ الْعَقِيدَةِ وَارْسَلَ رَسُولَهُ إِلَى جَمِيعِ عِبَادِهِ كَافَّةً وَأَنْزَلَ الْقُرْآنَ تِبْيَانَا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهَدَاهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ الَّذِي جَاءَ بِرِسَالَةِ رَبِّهِ الَّتِي شَمَلَتْ أَحْكَامَ الشَّرِيعَةِ وَالْعَقِيدَةِ الْقَائِلُ الْإِيْمَانُ بِضْعُ وَسَبْعُونَ شُعْبَةٌ فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شَعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ، أَمَّا بَعْدُ Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tertumpah untuk junjungan umat Islam, Nabi besar Muhammad ﷺ. Risalah kecil ini merupakan terjemahan dari kitab Qami'uth-Thughyan 'Ala Manzhumati Su'abul Iman karya Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar yang mengupas syair-syair kitab "Syu'abul Iman" karya Syaikh Zainuddin bin Ali bin Ahmad. Isi buku ini adalah penjelasan mengenai 77 cabang I...

عقيدة النسفية | AQĪDAH NASAFIYAH

Terjemähän Al Aqāidu An Nasafiyah العقيدة النسفية ARAB MELAYU - ENGLISH Abu Hafs bin Muhammad bin Muhammad Nasafi بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَالصَّلَاةُ عَلَى رَسُوْلِهِ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ أَجْمَعِيْنَ 1- Ku mulal kitab ini dengan nama Allah, yang Mahamurah, yang Mengasihani HambaNya dalam akhirat. Segala puji akan Tuhan segala alam, dan pahala akhirat bagi segala yang takut akan Allah, dan rahmat Allah atas PesuruhNya Muhammad dan Keluarganya sekalian. I begin this book in the Name of Allah, Most Merciful, Most Compassionate to His servants in the Hereafter, Every praise be to [Allah] Lord of the Worlds, and may the reward of the Hereafter be recompense for those who fear Allah, and may Allah's mercy be upon His Messenger and his entire Family. قَالَ الشّيْخُ الْإِمَامُ الْأَجِلَّاءُ الْعَالِمُ الْعَامِلُ الْمُتَّقِي نَجْمُ الْمِلَّةِ وَالدِّيْنِ أُسْتَاذُ الْأَئِمَّةَ وَالْعُلَمَاءُ إِمَامُ الْحَرَ...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 XVII. MASALAH IMAN ITU MAKHLUK ATAU BUKAN. Jika ditanyakan kepada anda: "Apakah Iman makhluk atau bukan?". Maka jawabnya: "Iman itu hidayah dari Allah dan membenarkan dengan seteguh hati terhadap apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ. dari Allah, serta menyatakan dua kalimat syahadat dengan lisannya. Hidayah itu ciptaan Allah, sedangkan ciptaan Allah itu qadim. Ada-pun membenarkan dan mengikrarkan itu merupakan perbuatan hamba, dan perbuatan hamba adalah baru. Maksudnya ada sesudah tidak ada. Segala perkara yang qadim (dahulu) adalah qadim dan bukan makhluk. Sedangkan apa saja yang baru datangnya maka perkara itu adalah pasti baru. Syaikh Abu Ma'in An Nasafi mengatakan: "Tidak dapat dikatakan kalau iman dari seorang hamba itu adalah ikrar dengan lisan dan membenarkan dengan hati serta timbul petunjuk dan pertolongan dari Allah". Sementara Ulama berpendapat: "Tidak dapat dikatakan kalau iman itu menjadi hidayah dan taufik (petunjuk dan pertolongan). Kar...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 XVI. MASALAH IMAN DENGAN SIFAT SUCI ATAU TIDAK Jika ditanyakan kepadamu: "Iman itu apakah dengan sifat suci atau tidak?". Jawabnya hendaklah kamu katakan: "Iman itu dengan sifat suci. Sebab dengan iman itulah segala amal dapat sah. Sedangkan kufur adalah dengan sifat hadats atau najis". Berdasarkan Firman Allah Ta'ala : يَايُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ ( التوبة ( ) Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis". (QS. 9 At-Taubah: 28) Maksudnya: i'tikad mereka najis bukan tubuhnya. Jadi jiwa mereka itu dianggap kotor karena mempersekutukan Allah. Sehingga seluruh amal yang dilakukannya menjadi rusak. Tetapi kalau ia masuk Islam, maka ia akan mendapat pahala karena keta'atan yang dilakukan. Keta'atan yang tidak memerlukan niat seperti sedekah, menyambung hubungan keluarga, memerdekakan budak. Ketaatannya dihukumi sah sejak ia masuk Islam. Sebagaimana yang dikutip Syaikh Wana...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 XV. MASALAH SHALAT, PUASA, ZAKAT, MENCINTAI MALAIKAT, KITAB DAN RASUL TERMASUK IMAN ATAU BUKAN. Apabila ditanyakan kepada anda: "Shalat lima waktu, Puasa Ramadlan, zakat harta dan badan, mencintai malaikat dan kitab-kitab samawi yang diturunkan Allah kepada sebagian para Rasul-Nya, mencintai para Rasul dan Nabi, serta takdir baik dan buruk semua dari Allah, apakah termasuk Iman yang hakiki dan pokok atau bukan ?". Maka jawablah: "Tidak, bahwa hal itu semua bukan termasuk hakikat dan pokok iman, tetapi merupakan cabang iman. Sebab iman itu merupakan perkataan Tauhid sebagaimana disebutkan di muka. Selain apa yang tersebut di muka, adalah merupakan salah satu syarat dari syarat-syarat iman. Sebab syarat sah Iman adalah mencintai Allah, malaikat-malaikat-Nya, para Nabi-Nya dan para kekasih-Nya, takut pada siksa Allah, mengharapkan rahmat-Nya, mengagungkan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, membenci musuh-musuh Allah yaitu orang-orang kafir. Adapun shalat, puasa, zakat, d...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 XIV. MASALAH APA YANG DIMAKSUD IMAN ITU NUR DAN HIDAYAH DARI ALLAH Apabila ditanyakan kepada anda: "Apa yang dimaksud Iman itu merupakan nur (cahaya) dan hidayah (petunjuk) dari Allah Ta'ala ?". Maka jawablah: "Iman adalah merupakan perkataan dari Tauhid, mengi'tikadkan ke Esaan Allah". Pengertian Tauhid menurut Ulama Ahli Kalam, yaitu meng-Esa-kan Zat yang disembah dengan beribadah serta mempercayai dan membenarkan ke-Esa-an-Nya, baik Zat-Nya, Sifat-Nya, maupun Af'al (Perbuatan)Nya. Juga disebutkan, bahwa Tauhid itu mempercayai semua sifat wajib bagi Allah dan Rasul-Nya, sifat mustahil dan jaiz bagi Allah dan Rasul-Nya. Menurut Ulama Ahli Tasawuf, Tauhid adalah bahwa seseorang itu tidak melihat kecuali hanya kepada Allah. Artinya seluruh perbuatan, gerak dan diam, seluruh kejadian pada makhluk, itu semuanya dari Allah Ta'ala Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Ulama ahli Tasawuf sama sekali tidak memandang adanya perbuatan terhadap selain Alla...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 XIII. MASALAH IMAN APA DAPAT DIBAGI-BAGI Jika ditanyakan kepada anda: "Apakah iman itu dapat dibagi-bagi atau tidak?". Maka jawabnya: "Iman tidak dapat dibagi-bagi, karena iman itu cahaya yang ada di dalam hati, di dalam akal, dan di dalam ruh manusia serta merupakan petunjuk Allah Ta'ala kepadanya. Orang yang mengingkari kalau iman itu petunjuk Allah, maka ia benar-benar kafir".

SYARAH QOTRUL GHOIST

 XII. MASALAH IMAN KEPADA TAKDIR Jika anda ditanya: "Bagaimana anda beriman kepada takdir yang baik dan buruk itu dari Allah Ta'ala ?". Jawabnya anda katakan: "Bahwasanya Allah Ta'ala menciptakan para makhluk untuk taat dan melarang berbuat jahat. Lalu menciptakan Lauh, yaitu papan dari intan putih panjangnya antara langit dan bumi. Lebarnya antara arah Timur dan Barat. Bingkainya dibuat dari berlian dan yakut. Kedua sampulya berupa yakut merah. Pangkalnya berada di tempat malaikat yang berada di angkasa di atas langit. Ibnu Abbas mengatakan Pengantar tulisan pada Lauh Mahfudh adalah: لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ ، دِينُهُ الإِسْلَامُ وَ مُحَمَّدٌعَبْدُهُ وَرَسُولَهُ. Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa, Islam Agama-Nya, Muhammad adalah hamba dan urusan-Nya. Orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan ancaman-Nya serta mengikuti Rasul-Nya akan dimasukkan Surga. Allah menciptakan Qalam dari nur atau cahaya. Panjangnya antara langit dan bumi...

SYARAH QOTRUL GHOIST

 XI. MASALAH IMAN KEPADA HARI AKHIR. Apabila kamu ditanya: "Bagaimana kamu beriman kepada Hari Akhir ?" Maksudnya permulaan terjadinya hari akhir yang ditandai dengan tiupan sengkakala Israfil yang pertama, dan kedua tiupan menghidupkan kembali manusia yang sudah mati. Disebut hari akhir karena hari itu merupakan hari terakhir kehidupan dunia. Juga disebut hari kiamat, karena para manusia sama bangun dari kuburnya menunggu menghadap Tuhan semesta alam. Jawabnya: "Bahwa Allah Ta'ala akan menghidupkan seluruh makhluk yang bernyawa. Allah berfirman: كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ (اَلِ عِمْرَانَ  ١٨٥ ) Artinya: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati". (Q5.3 Ali Imran: 185) Kematian pasti ada batas waktunya yang telah ditetapkan oleh Allah sejak zaman dahulu kala, sebagai batas kehidupan manusia. Maka tidak ada manusia mati tanpa ajal (batas kematian), baik dia itu dibunuh orang atau tidak. Sebagaimana Firman Allah Ta'ala : وَمَا كَانَ لِنَفْسِ أَنْ ...